Halu Tia,

Halu tia, ga tau ni, diriku masi aja ingat betapa indahnya matamu, beningnya hitam bola matamu, dibingkai bulu mata yang hitam pekat, melekat erat di matamu…
Diriku ga pernah nyangka bola mata hitam bisa seindah itu.. hehehe
Diriku masi ingat klo dirimu paling suka kalo kita makan bakso pagi ato siang bersama, padahal sebenarnya diriku yang lebih suka lagi soalnya disitu pantulan cahaya menerpa matamu..
Kukira, warna bola mata yg indah cuman warna coklat, hijau, ato biru loh..
Ternyata aku salah, bola mata item yang paling indah..
Terutama milikmu hehehe…

Tia, kutulis pesan ini karena aq bener –bener kangen kamu.., gombal banget mungkin, yah..

Tia, oke deh, jujur nih ya, kutulis surat ini karena tadi pagi sesuatu membuatku tersadar..
Diriku hanyalah orang yang standar… sangat –sangat standar..
Diriku cuma orang yg tinggal mengikuti arus…
diriku tak mampu… malas lebih tepatnya, untuk menerjang, membabat aturan yang sudah berjalan..
Kupilih pilihan yang ada.. tak perlu pikirin pilihan Lainnya… , klo yang ada pilihan A ato B…
Itupun masi kutambah secuil kata “terserah de”
Tapi aq tak malu, aq rasa semua temanku begitu..
Apalah artinya kita tanpa teman, begitu..

Hari-hariku selama ini sama aja ama hari-hariku kemarin, serupa ama hari-hari kemaren,
bak memandang sebuah cermin.. esok hari diriku menemui orang yang sama di balik kaca..
Ku bangun.. terlena kebisaan harian.. mabuk sibuk … tau-tau malam… lagi-lagi terlena pada mimpi, meski tak pernah kuingat paginya…. Lalu,
Ku bangun lagi.. terlena kebisaan harian lagi.. mabuk sibuk lagi… tau-tau malam lagi.. lagi-lagi tak ingat mimpi lagi…
Sekalinya mimpi, diriku benci dan sebel pada diri sendiri yang cuma begini-begini saja.. tp tetep aja besok pagi lupa mimpi…. Eh mungin bukan lupa, Cuma terlalu terlena kebiasaan harian ..

Klo saja Tuhan adalah penyuka sesuatu yang istimewa, sesuatu yang berbeda, sesuatu yang tidak sama, sesuatu yang tidak standar … hmm…penyuka seni misalnya…
Terbayang di akherat nanti, berkumpul orang2, yang saking banyaknya bagaikan semut-semut di balik tembok..
Abis itu Tuhan dengan tangan kanannya menunjuk sebelah kiri dari kumpulan org2 yg berkerumunan disana… diarahkan-Nya telunjukNya membuat sebidang tanah berbentuk kotak…
Area menjadi terbagi 2, kiri dan kanan…
Di kiri, area masi kosong, lahan berbentuk bujur sangkar ini masi kosong, sementara di kanannya, lahan penuh sesak orang-orang, tua muda, laki perempuan, anak sekolah, petani, pegawai berdasi tumplak ruah jadi satu, seperti bonek-bonek yang mau mendukung team pujaannnya sebelum memakai atribut teamnya, atau seperti penggemar music live dari sebuah konser yang hanya bermodalkan selember kertas rupiah, penuh ruah, gerah, atau seperti ikan teri yang lagi dijemur di terpal di depan rumah…

“Apa yang kamu lakukan seminggu ini?” kata Tuhan
“kita kerja, kita sekolah, kita sibuk urusan kita, kita….” balas orang2 sahut2an
“Apa yang kamu lakukan seminggu ini?” kata Tuhan tapi nada bicaranya lebih keras
Lalu semuanya diem, soalnya baru nyadar, apa yg sebenernya yang dilakukan minggu ini.. Minggu ini dirikupun menjadi budak pekerjaan, melakukan aktivitas yang sama seperti minggu yang lalu… aq tiada beda dengan minggu lalu… minggu lalunya.. eh maksudku minggu-minggu yang lalu, iya, iya sama seperti minggu-mingguku sejak dahulu…
Klo ditanya apa yg diriku perbuat minggu ini…. Hmm.. Tak ada..
diriku meneruskan aktivitas, rutinitas, tak pernah lepas dari langkah-langkah yang sama…

Kemudian, selang beberapa saat, beberapa orang mulai berjalan pelan ke sebelah kiri area… si santi, kontraktor perumahan kelas menengah itu, minggu ini menggalakkan ibu2 PKK ikut training menjahit yang diarrangenya, merasa dirinya berbuat sesuatu yang berbeda dalam hidupnya; si tono, membuat lukisan kaligrafi minggu ini padahal sebelum-sebelumnya harus model cewek bohai di depan matanya; si rani berhasil membuat langkah pertama hidupnya sepanjang 10 meter dengan roller blade, benda yg sama sekali ga pernah ada di pikirannya, laen lagi si sinta, yang minggu ini berhasil nonton konser band Padi yang sudah di’idam-idamkan dan diusahakannya sejak sebulan kemaren…
Orang-orang, yang mempunyai minggu berbeda dengan minggu sebelum-sebelumnya, mereka yang merasa entah berhasil ato tidak, yang pasti berhasil mencoba pola yang laen dari biasa, mereka yang melenceng dari pilihan-pilihan arus aer yang ada… oh iya, bahkan ada yang berhasil menyelesaikan soal cubic untuk pertama kalinya, ikut berjalan ke lahan di sebelah kiri…
Area sebelah kiri yang tadinya kosong, menjadi berbeda pula

Tapi masih aja, klo dibandingkan antar area kiri dan kanan, masi jauh berbeda, mungkin hanya 20% : 80% lah, masi sangat banyak orang yang sadar akan tingkahnya yang sama dengan minggu-minggu sebelumnya. Orang-orang paham akan dirinya yang berputar dengan rotasi yang sama saban harinya…
Area kiri, masi terbuka untuk siapa saja, namun, orang di lahan kanan, menunduk dan takut kepada Tuhan di hadapannya… tak berani membohongi tuhannya.. malu dan terpaku atas sesuatu yang tidak istimewa, sesuatu yang tidak berbeda, sesuatu yang sama, sesuatu yang standar dalam minggu-minggu hidupnya…

Ouw, ada satu orang lagi berpindah dari lahan kanan ke kiri, eits dirinya tidak jadi… dirinya tidak yakin akan sesuatu yang berbeda dalam minggu ini, dirinya ingat telah menjadi kunci solusi dalam pemindahan salah satu mesin terbesar di perusahaannya… akan tetapi dalam hati kecilnya ia masi merasa itu cuma pekerjaannya, sesuatu yang akan dirinya lakukan karena tuntutan pekerjaannya.. pastinya.. seperti rel pada kereta api yang mempunyai banyak jalur, ia hanya penarik tuas yang mana untuk melaju… bimbang akan sesuatu yang berbeda dalam hidupnya yang bukan dalam porsi kerjaannya…

Terlalu berputar-putar ya Tia? Terlalu mengada-ngada saja diriku Tia?
Tapi dirimu paham maksudku kan Tia..? Diriku cuma ingin masuk ke area dimana orang-orang tersenyum akan sesuatu yang dapat diceritakan dalam hidupnya, sekecil apapun hanya untuk dapat berbeda, agar menjadi ikan lele dalam jemuran ikan teri, untuk dikenang untuk diingat akan arus yang dibelahnya..

Eh tia, diriku jadi ingat diriku pernah mendengar kata-kata kalau manusia itu mahluk yang paling mulia.. Paling mulia loh… paling mendefinisikan sesuatu yang sangat-sangat, sesuatu yang lebih banget, nomer satu, sesuatu yang lebih.
Itu berarti manusia tuh lebih mulia dibanding malaikat-malaikat Tuhan…
Diriku pernah membaca di sebuah tulisan di lembaran sholat jumat, klo malaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan Allah dari cahaya, senantiasa menyembah Allah, tidak pernah mendurhakai perintah Allah serta senantiasa melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka..
Tuhanku telah menyatakan keberadaan mereka dalam firman-Nya yang artinya: “Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (QS. Al-Anbiyaa’: 26-27)

Mereka digambarkan selalu taat, mereka yang tak pernah keliru, atau terbesit sedikitpun rasa malas di hati mereka.. ga seperti diriku tentunya.. mereka yang akan menurut tugas yang diberikan sedetailnya, perkata, perhuruf dikerjakannya…

Siap sedia berkonsentrasi seperti pelari yang menunggu start, seperti berebut pertanyaan terakhir dalam lomba cerdas cermat.. untuk seterusnya… bertahan dalam posisi konsentrasi dan fokus dalam mengerjakan tugasnya.. ga seperti diriku tentunya hehehe

Tapi mengapa manusia lebih mulia..

Diriku tak tau…
Hmm… diriku ingat ketika becanda ama teman-teman dulu..

Malaikat Isrofil, malaikat yang tugasnya untuk meniup terompet sangkakala. Yakni suara terompet yang mengabarkan datangnya armagedon, akhir dari dunia, hari kiamat. Meniup suara terompet yang dapat menghancurkan dunia seisinya.
Kiamat memang sudah dekat, ya iyalah makin dekat, masak makin jauh.. yang jelas sekarang kan belum kiamat nih, bahkan diriku yakin kiamat ga sedekat itu, yang jelas bukan bulan ini.. terbayang Malaikat Isrofil duduk manis, kedua tangannya memegang terompet sangsakala menanti seruan Tuhan untuk meniupnya. Hari ini, minggu ini, tahun ini, duduk memegangi terompet begitu saja..
Tetap fokus dan terjaga menunggu waktunya…
Kalau aq yang jadi malaikatnya.. pasti udah diriku coba meniup terompetnya.. pelan saja…ga taunya ada gunung meletus mungkin hehehe… yang jelas, akan kumainkan terompetnya.. hmm mungkin diriku jalan-jalan ke moll dulu selagi belum diseru-Nya meniup sangsakala.. klo perlu aq cuci’in dulu sangsakala biar lebih kinclong..
Eh, jadi bertanya-tanya kiranya Malaikat Isrofil sekarang sedang apa ya?
Sama juga seperti malaikat Jibril yang dulu tugasnya adalah mengantar wahyu hingga sang terakhir Nabi Rosululloh Muhammad SAW.. pastinya sibuk sekali dirinya harus bolak balik ke dunia.. Tapi itu sudah lama sekali, Maha Suci Tuhan yang menjaga mushof wahyu-Nya sampai sekarang..
Agak berbeda ama Isrofil backgroundnya, tp pertanyaan yang sama, sekarang malaikat Jibril yang udah kelar kerjaannya, trus, beliau kerja apa ya?

Apa jadinya klo diriku jadi malaikat Izroil, sang pencabut nyawa. Yang sangat jelas terukir di kitab-Nya “Katakanlah: Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu.” (QS. As-Sajdah: 11). Wuih sangar sekali diriku.
Namun, lelah akan banyaknya bencana di negeri ini, letih akan pembunuhan yang marak dilakukan, belum lagi kasus bunuh diri, ngeri, membuat diriku sebah, marah, benci kuingin maki, kucabut aja sekalian sekelompok orang, biar diriku tak perlu bolak balik ke tempat itu..
Tapi ketika ingin becanda.. ah rasa isengku masih saja muncul meski diriku saat ini jadi malaikat, yah, mimpi.. tak apa-apalah, hanya sesaat, oleh karena besok pagi diriku tak ingat..
ketika ingin bergurau, ketika sedang gulau, dapat kucabut jiwa seseorang, ketika kutarik kepalanya hingga badannya… lalu kukembalikan lagi jiwanya ke badannya… hehehe.. biar saja dirinya bingung atau linglung kqkqkqkq… biar saja buat lucu-lucuan
kali saja malah dirinya sadar akan berartinya jiwanya tetap tinggal di jazadnya… ato biar orang di sekitarnya sadar betapa berartinya dirinya tetap berada di dunia…
Atau mungkin, biar dirimu sadar adanya diriku… pengagummu masih ada.. biar dirimu sadar berartinya diriku… sedikit mungkin? Hehehe..

Kau tau Tia? Kutulis cerita-cerita ini, kubencandakan ke’exist’an para malaikat, kugosipkan kerjaan para malaikat, kurumpikan keadaan para malaikat, sambil kugoyangkan bahu kiriku.. setahuku ada malaikat yang ditugasi menjaga amal perbuatan hamba dan mencatatnya, perbuatan yang baik maupun yang buruk. Kabarnya pencatat perbuatan buruk berada di bahu kiri hamba… jadi kugoyang-goyangkan saja bahu kiriku, biar sang malaikat yang mulia ini ga bisa menulis.. biar goyang dan tulisannya jadi lebih jelek dari tulisan resep di apotik, biat tak terbaca.. kali kata-kataku ini salah semua.. hehehe..

Eh tau ga Tia penamaan malaikat Raqib dan ‘Atid sang pencatat perbuatan baik dan buruk tuh tidak memiliki dasar dari Al-Qur’an dan As-Sunnah loh..

Menurutku malaikat adalah hamba-hamba yang dimuliakan, sementara manusia mempunyai nilai yang berbeda dimata-Nya
Malaikat-malaikat memang mulia, tp manusia lebih mulia, diriku rasa manusia istimewa karena berani mencoba.. karena mempunyai nurani untuk berbuat sesuatu yang berbeda… berani mempunyai nurani..

Oh tia, kurasa..
Diriku, dirimu tak mesti membuat komputer canggih, diriku, dirimu ga perlu membuat obat yang menghapus rasa perih, ato obat rasa sedih, diriku, dirimu ga perlu membuat sesuatu yang hebat, tak perlu membuat mobil kecepatan kilat ato pisau super kuat, atopun membuat candu pemberi semangat tapi tanpa nekat…
Diriku, dirimu cukup menjadi orang biasa,.. orang umum, namun mau mencoba meraih tangga di atasnya… berani menikmati hidup, mencoba ke arah yang berbeda, berani menaiki sepatu roda meski ada sepeda, mau mencoba memakai sumpit meski ada garpu dan sendok…
Diriku, dirimu hanya perlu merasakan sesuatu yang baru.. merasakan lautan biru.. tidak hanya di buku…
Mencari ilmu… tak hanya itu-itu melulu
Kenapa tia….
Karena kita punya nurani untuk berani..
Kita diberi anugrah tuk melakukan sesuatu yang baru..
Kita diberi rakhmat untuk selalu berbuat, mencari kelezatan yang nikmat

Klo diriku yang jadi malaikat Isrofil, pasti kupasang timer pada terompet sangsakala, yang bisa berbunyi ketika waktunya, seperti nyala lampu jalan raya, seperti komputer temenku yang nyala dan mati setiap jam tujuh, seperti wekerku di pagi hari, eh jangan seperti wekerku, dia sering tak berbunyi dikala diriku bermimpi.. tau diri, tak berani membangunkan juragannya..hehehe
Klo diriku yang jadi malaikat Izroil, kan kuambil nyawa orang-orang asing, agar kudapat pengetahuan baru akan negeri orang, diriku kan suka traveling, jadi diriku ingin dinas ke hawai, dinas ke sydney, dinas ke london. Oh Tia, pasti kuajak dirimu dinas kemana saja dirimu suka… tapi ingat.. asal ada yang mesti dicabut jiwanya..
Malas banget klo diriku mesti menjadi malaikat yang mulia sang pencatat amalan baik ataupun buruk.. Berat karena tanpa istirahat, gundah ketika hamba berulah, sebal pada hamba yang ga mengulang-ulang kata menyesal tapi masih saja bermuka tebal. Dari pada jengkel bin mangkel, kan dapat diriku kalkulasikan kebaikan dan keburukan dalam bulan-bulan terakhir ini, yang perlu kulakukan hanyalah membuat rata-rata tiap bulannya, tinggal dikalikan dengan standard deviasinya… kubuat analisa dalam bentuk grafik pareto, hmm… diriku bisa merasakan indahnya sunset di pantai parangtritis atau menikmati pertandingan sepak bola piala dunia..

Terlalu mengkhayal kah diriku tia, biar saja.. engkau sudah hapal perilakuku.. sudah tau keisenganku…. Begitu juga diriku.. kuingat semua detail gerakmu, cara berbicaramu, cara memandangmu…
Tia, engkau malaikat yang turun dari langit…

Tia, kutulis pesan ini selain karena aq bener –bener kangen kamu, aq ingin dirimu tau klo aq ingin berubah, tak ingin lagi menjadi budak waktu yang memaksaku selalu begitu…
Aq ingin berbuat sesuat yang hebat, hebat karena tak kulakukan minggu kemaren atau kemarennya lagi..
Aq ingin dihargai atas nurani untuk berani.., dihargai atas anugrah tuk melakukan sesuatu yang baru..,dan dihargai atas rakhmat untuk selalu berbuat, mencari kelezatan yang nikmat

Aq mau belajar bahasa isyarat, aq ingin menuruni bukit terjal bersama para pecinta sepeda, aq ingin belajar piano, aq ingin melukis dengan bolpoint kesayangan di buku kerjaku, aq mau pergi ke moll teramai di jakarta.. aq mau… semua
Aq tak perlu menjadi siapa-siapa, cukup begini saja…. Namun bernafas lebih lega…

Halu tia, sudah terlalu larut, pesanku semakin semrawut, tampaknya diriku harus berpisah dengan bayang indahnya matamu, beningnya hitam bola matamu, dibingkai bulu mata yang hitam pekat, melekat erat di matamu… hmm.. diriku masih ingat itu…
Tia, yang paling penting adalah, diriku akan mencoba…. mencoba.. .. dan mencoba….

Salam sayang, Bowo.

Story by Laksa – 104812

Note : selain tugas utama, malaikat punya juga tugas laen, bahkan seingatku, kegiatan malaikat selain tugas utama dan tugas laen adalah berdzikir..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: