Cuma Coretanku

Capek. Kata itulah yang sering aku ucapkan. kenapa ya kerjaan ini begitu membuat aku sering mengatakan kata itu. kadang aku heran apakah karena kebiasanku yang sering mengeluh atau karena memang bener-bener kerjaan itu yang memang membuatku capek. pagi-pagi sekali sekitar jam 5 aku bangun dari tidur malamku dan segera ke kamar mandi untuk menyegarkan seluruh tubuh yang semalaman terkapar diatas kasur dengan air yang sudah tersedia di bak mandi. seeteah mandi aku langsung sholat shubuh karena memang itu kewajibanku sebagai orang muslim. terkadang aku juga melafadzkan beberapa ayat al-quran yang akhir-akhir ini sering kubaca, alhamdulillah. kebiasaan yang sulit sekali dilakukan padahal hanya beberapa menit untuk membaca ayat suci tersebut.

kusandarkan kepalaku karena rasa capek yang kurasakan. seharian ini aku lebih banyak duduk didepan komputer dari pada bekerja. kadang aku merasa heran, karena akhir-akhir ini aku merasa jarang sekali aku bekerja, Mungkin karena dari apa yang sudah di planningkan sebagian besar sudah dilakukan atau dikerjakan Ketika di awal tahun tiap karyawan sudah merencanakan hal-hal apa saja yang akan mereka kerjakan untuk satu tahun ke depan ditambah “request”-an oleh atasan dengan catatan harus sesuai dengan tema dari departemen masing-masing. tapi apa yang aku kerjakan sekarang kurasakan sangat jauh dari apa yang aku rencanakan diawal tahun. lebih terkesan hanya request-an atau permintaan atasan saja. karena apa yang diminta maka itu yang harus dikerjakan. Di sini memang lebih kelihatan “Leader Sentralistik” karena apa yang leader atau atasan katakan itu yang benar. Jadi segala sesuatunya terpusat atau tergantung pada leader saja. Padahal pada apa yang pernah kubaca pada jargon perusahan tempatku bekerja bahwa aspirasi dari bawah harus didahulukan tapi pada kenyataannya tidak terbukti apa-apa. Tetap saja yang terjadi adalah kebijakan terpusat.

Yah… Itulah nasib yang sering dialami atau dirasakan oleh bangsa kita apabila bekerja dengan bangsa lain. Kenyataan yang mungkin sebenarnya semua bangsa ini tahu bahwa kita memang masih dijajah oleh bangsa lain. Terkadang hati ini merasa sedih bila melihat nasib buruh yang nasibnya dipermainkan oleh bangsa lain, tapi justru yang lebih menyakitkan lagi adalah justru ada beberapa cecunguk dari ras kita, ras sawo mateng, sebagaian dari bangsa kita yang ikut mempermainkan nasib mereka. Menggaji dengan seenaknya, memberi makan dengan seenaknya (malah lebih terkesan layaknya tahanan). Kalau melihat jam kerja yang mereka tunaikan tidak sepadan dengan gaji yang mereka dapatkan tiap bulan dan lebih tidak sepadan lagi kalau kita tahu berapa jumlah produksi yang mereka hasilkan untuk perusahaan tempat mereka bekerja yang berpengaruh terhadap keuntungan perusahaan. Keuntungan yang mungkin tidak ada sekuku ayam mungkin. Itulah wajah buruh bangsa kita yang selalu diinjak-injak oleh bangsa dan beberapa cecunguk bangsa kita. kenapa saya bilang cecunguk, karena mungkin itu kata yang paling tepat bagi orang yang bergembira di atas penderitaan saudaranya. Orang yang menabur garam di atas luka saudaranya.

Sudah lah kita lupakan mereka, aku sendiri tidak bisa apa-apa. Aku bukan superman yang punya kekuatan untuk menolong mereka, yang ku bisa hanya berdoa semoga Allah segera menolong mereka dengan usaha mereka juga tentunya. Ya agama mengajarkan disamping kita berdoa kita juga harus berusaha.
Itulah unek-unek yang saat ini terlintas di kepalaku. Aku bahagia karena aku bisa mengeluarkan apa yang ada di dalam kepalaku.
Berkat situs yang kubaca aku jadi bisa menulis. Ternyata aku juga seorang penulis. Ya sekarang aku yakin kalau aku adalah seorang penulis. Kita harus percaya diri kalau kita bisa menulis dan bisa menjadi seorang penulis. Karena pada dasarnya memang tidak ada istilah calon penulis. Hal itulah yang dikatakan pada artikel yang kubaca pada suatu situs di internet. Kalau anda ingin membacanya masuk saja ke http://www.jonru.net di sana dipaparkan bagaimana kita bisa menjadi penulis hebat, bagaiman kita mempromosikan atau menjual buku kita sendiri, kiat menulis bebas dan lain sebagainya. Artikel-artikel tersebut seakan melecut semangat ku dalam hal tulis menulis. Hal yang kan slalu kuingat adalah setelah membaca artikel tersebut adalah kalau kita ingin bisa menulis atau bahkan menjadi penulis maka hal yang harus kita lakukan adalah menulis. Ya hanya dengan menulis. Tulislah apa yang menurutmu bisa kau tulis, tulislah sebanyak apa pun itu, jangan hiraukan tema, jangan terpengaruh dengan kerangka, pokoknya tulis, tulis dan tulis. titik.

Tiba-tiba aku teringat pacarku. pacarku yang ada di jogja. Di kota yang penuh dengan kenangan. Kota pelajar. Begitulah kota itu di juluki. Mungkin karena banyaknya kampus yang otomatis memicu datangnya pelajar dari beberapa kota di Indonesia untuk belajar di sana. Sedang apakah pujaan hatiku?? Baru saja aku kepikiran. Eh… tiba-tiba hape ku berbunyi. Ya pacarku ternyata mengirimkan sebuah sms. Mungkin ini yang namanya komunikasi jiwa kali ya… hehehe….
Udah ah… mau sholat dulu… capek juga seharian ini… Habis sholat pulang deh… hehehehehe…..

Cerpen by : NoName – N******

    • lusi apriani
    • July 21st, 2010

    saya juga penggemar Jonru loh….
    sekolah menulis Online…..dan sekarang lagi nyoba masuk forum lingkar pena…
    Dalam seni bakat hanya 1 % dalam penilaian 99 % adalah usaha dan kemauan bekerja keras tanpa mengandalkan mood….
    Nah lo..cuma mau kasih support aja..” terus berkarya….. sampai langit ke tujuh “….he he…he….
    tahu nggak sih kalo penulis itu pejuang di belakang layar???? ^_^

    Blognya cukup keren, dan ga nyangka….kreaaatiiiif jugaaaa neeeeh……….
    ( jempol 10 dah buat pak laksa dan tim kreatifnya… )
    trus kembangkan karya-karyanya yaaaa………….
    angkat terus cerita-cerita keset mentah di bawah kaki para pendatang dan cecunguk yang suka pake kopiah………..
    siapa tahu ada cecunguk nyasar baca blog ini dan sadar “..ternyata garansi dari Allah itu dunia akhirat, ga ada gunanya menginjak-injak hak orang banyak “….
    nahhh……gitu
    TERUSS semangaaaaaaaat!!!!!!!
    terus berkarya yaaak!!!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: