Brotherhood Has No Limit

Jum’at 18/03, waktu menunjukan 21.30. Selepas aktivitas kerja seharian bersama bro Udin plus boncengernya (peternak domba, Wahyu : red) muncul keinginan untuk melakukan test drive antara “ red vixi and black tigor “, yang kebetulan di hari sabtunya ada acara di Kuningan. Suasana arus lalulintas ke arah jawa tengah yang melewati Sadang – Subang lumayan ramai sehingga kami memang harus benar-benar konsentarsi penuh dalam melakukan manuver-manuver cantik melewati sebagian bus malam, truk, container yang kadang berhenti mendadak tanpa aba-aba.

Setibanya ke arah sadang, jalanan udah mulai berkelok, melewati hutan karet dan agag berlubang, kami pun tetep konsentrasi untuk mengatasi trek ini. Meskipun hanya dua kuda besi plus jokinya, isyarat dalam touring pun tetep berlaku, sehingga sangat membantu dalam melibas kerasnya aspal trek sadang. Kami saling kasih isyarat, turunin kaki kanan…ternyata lubang besar menganga, dan si tigor pun terhindar dari lubang. Isyarat ini adalah khas biker dalam perjalanan secara rombongan.

Malam mulai larut, lampu jalan dan lampu mobil yang sudah menyala menemani perjalanan duet antara vixi dan si black tigor. Sedikit bahkan banyak tentang kurang tahunya trek ini, soalnya ini trek pertama yang saya lewati. Tetapi ini adalah hal biasa bagi seorang bikers sejati.

Sekitar pukul 23.30 kami sampai di markas besar peternak domba. Red vixi dan black togir sudah merapat di persinggahan pertama. Gorengan plus teh hangat menyapa di dinginnya kota Subang sebelum melepas lelah di malam hari..zzzzzz……

Pagi hari pun tiba, kami berdua melakukan persiapan untuk melakukan perjalanan je kuningan via Majalengka. Kostum dan kuda besi kami pun sudah siap untuk diajak ngetrack di jalur subang – majalengka. Di rute ini, sangat asyik, karena terdapat trek lurus dan halus lagi pula jalur ini nggak begitu ramai.

Kuda besi black tigor jarum speedometer si black dapat mencapai angka 110 kpj. Jalur yang di lewati nggak jauh berbeda dengan jalur Cikarang – Sadang – Cikarang. Akan tetapi bagi mas bro – mas bro yang ingin touring melalui jalur ini hati-hati, dan di anjurkan tidak pada malam hari kalo jalan sendiri. Karena akan melewati hutan yang jauh dari perumahan. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2,5 jam akhirnya sampai di tempat rekans eng (jeka :red).

Saya membayangkan “ coba kalo para biker’s pabrik melakukan touring or rolling thunder..kayaknya mantab niy “…celoteh bocah tua tapi nggak nakal. Mungkin dengan adanya coretan-coretan ini, akan terbentuk suatu wadah atau perkumpulan pecinta kuda besi, tanpa membedakan motor, sticker, club, jaket maupun identitas lainnya….salam tet..tot…(almachzumi).

Noor – 104734

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: