Briefing pagi : Paku di Pagar Kayu

Ceritanya ada seorang anak cowok yg gampang bgt mengeluh n marah2. Terlalu sering dia marah, ngeluh, n ngumpat org sehingga org trsebut sakit ati. Kemudian suatu saat ayahnya ngasi dia sekarung paku n merequest agar dia memaku tuh paku di pagar rumah tiap kali dia ngeluh, ngumpat atoupun marah.

Dalam beberapa hari, udah 100 paku dia tancapkan di pagar. Lama2 dirasakannya berat klo tiap kali ngeluh dia msti maku tuh paku di pagar, jdinya dia mulai nahan emosinya. Sampai akhirna dia bisa berhenti sama sekali dari kebiasaan mengeluh atau mengumbar amarah. Lalu dia sampaikanlah hal itu ke ayahnya, namun ayahnya masih punya satu request yaitu agar dia mencabut tuh paku tiap kali dia bs nahan marah atau mengeluh.

Hari-hari terus berlalu sampai akhirnya tiba hari ketika dia bisa menyampaikan ke ayahnya klo smua paku sudah tercabut dari pagar.

Si ayah sangat bahagia, kemudian dia ajak anaknya pergi menuju pagar rumah yg sebelumnya dipenuhi paku oleh anaknya.

“Anakku, coba kmu liat tuh pager.. Meski pakuna ud kmu cabut semua.. tp bekas cabutan paku itu tetep membekas di pager…”

“Mksud ayah adalah.. sesungguhnya hati orang tuh kayak itu pagar anakku..  tiap kali kmu ngeluh atau marah2 yg ujung2nya nyakitin hati orang, hati org itu akan terluka kayak kmu maku tuh pagar… yg nanti klo kmu ud minta maap, nyesel, ato brlaku baik ke org yg kmu sakiti, hati mereka tetep bakal punya bekas luka anakkku….. kayak tuh pagar yg ud kecabut pakunya… Untuk itu jgnlah kmu sekali2 nyakitin hari org anakku… jgn marah, ngeluh, ato ngumpat orang..

Si anak terhenyak kata2 bapaknya, trus langsung berlutut memeluk kaki ayahnya sembari menangis haru… “terima kasih ayah, kau beri aq suatu hikmah yg luar biasa, aq tak akan menyakiti hari org lagi ayah..”

Note : Disadur dari internet dan mailing list pabrik (tidak ditemukan sumber aslinya)

Leks

Ali ‘Imran 133-134

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: